Swedia dikenal sebagai salah satu negara Eropa dengan perkembangan teknologi elektrifikasi, otomasi industri, power system, motor, drive, switchgear, control system, dan electrical equipment yang kuat. Kebutuhan terhadap peralatan listrik dari Swedia dapat berasal dari berbagai sektor seperti manufaktur, pertambangan, energi, pulp & paper, food processing, oil & gas, water treatment, hingga automation.
Bagi perusahaan Indonesia yang ingin import peralatan listrik industri dari Swedia, prosesnya tidak hanya sebatas membeli barang dan mengirimkannya melalui kapal. Importer perlu memperhatikan spesifikasi teknis, HS Code, dokumen, packing, pickup supplier, export handling, freight, customs clearance, serta pengiriman akhir ke gudang atau pabrik.
Teknologi elektrifikasi dan otomasi dari Swedia juga digunakan dalam proyek industri besar. Misalnya, ABB mengembangkan dan memasok berbagai solusi switchgear, automation, drives, motors, power systems, dan electrification untuk sektor industri di Swedia.
Karena itu, kebutuhan cara import peralatan listrik industri dari Swedia ke Indonesia dapat mencakup barang baru, replacement parts, OEM equipment, control panel, electrical components, hingga sistem elektrifikasi untuk proyek industri.
Apa Saja Peralatan Listrik Industri dari Swedia yang Bisa Diimport?
Peralatan listrik industri memiliki jenis dan fungsi yang sangat beragam.
Beberapa contoh barang yang dapat diimport antara lain:
| Jenis Peralatan | Contoh |
|---|---|
| Switchgear | Low voltage & medium voltage switchgear |
| Electrical Panel | Control panel, distribution panel |
| MCC | Motor Control Center |
| Circuit Breaker | MCB, MCCB, ACB, industrial breaker |
| Contactor | Industrial contactor |
| Relay | Protection & control relay |
| PLC | Programmable Logic Controller |
| HMI | Human Machine Interface |
| VFD | Variable Frequency Drive |
| Soft Starter | Motor starting equipment |
| Industrial Motor | AC motor, electric motor |
| Transformer | Industrial transformer |
| Power Supply | Industrial DC power supply |
| Sensor | Industrial sensor |
| Control System | Industrial automation system |
| Electrical Connector | Industrial connector |
| Cable Accessories | Cable gland, terminal, connector |
| Busbar System | Electrical distribution |
| Automation Component | I/O module, controller |
| Electrical Sparepart | OEM replacement parts |
ABB, misalnya, memiliki portofolio di Swedia yang mencakup electrification, power distribution, motors & drives, PLC, serta produk untuk automation dan industri.
Contoh Foto Peralatan Listrik Industri
Berikut contoh visual yang dapat digunakan sebagai referensi jenis barang dalam artikel.
Catatan: foto di atas merupakan visual referensi/ilustrasi, bukan dokumentasi shipment RBP Cargo.
1. Industrial Switchgear
Switchgear merupakan salah satu peralatan penting dalam sistem distribusi dan proteksi listrik.
Switchgear dapat digunakan untuk:
- Power distribution
- Electrical protection
- Motor control
- Industrial plant
- Mining
- Manufacturing
- Power generation
- Infrastructure
Sebagai contoh, ABB MNS merupakan low-voltage switchgear dan controlgear assembly yang digunakan untuk distribusi listrik dan motor control, dengan desain yang diverifikasi terhadap standar IEC terkait.
Untuk import switchgear, importer perlu mengetahui:
- Voltage
- Current
- Frequency
- Short circuit rating
- Number of panels
- Panel dimensions
- Weight
- Configuration
- IP rating
- Applicable standard
2. Electrical Control Panel
Control panel digunakan untuk mengatur dan mengendalikan berbagai peralatan industri.
Isi panel dapat mencakup:
- PLC
- HMI
- Contactor
- Relay
- Circuit breaker
- Power supply
- Terminal block
- Communication module
- VFD
- Safety component
Control panel custom biasanya memiliki dimensi dan berat berbeda-beda sehingga informasi packing sangat penting sebelum menentukan freight.
3. Motor Control Center atau MCC
MCC merupakan sistem panel yang digunakan untuk mengontrol beberapa motor dalam satu sistem kelistrikan.
MCC banyak digunakan pada:
- Factory
- Mining
- Water treatment
- Chemical plant
- Food processing
- Cement plant
- Oil & gas
- Manufacturing
Untuk MCC berukuran besar, pengiriman dapat membutuhkan Sea Freight FCL atau project cargo, tergantung ukuran dan konfigurasi panel.
4. PLC dan Industrial Automation
PLC digunakan untuk mengontrol proses otomatisasi di pabrik.
Contohnya:
- PLC CPU
- I/O module
- Communication module
- Remote I/O
- Industrial Ethernet
- HMI
- Control system
- Safety PLC
Peralatan seperti PLC relatif kecil dan bernilai tinggi sehingga Air Freight dapat menjadi alternatif untuk barang urgent.
ABB juga memiliki pusat riset di Västerås, Swedia, dengan fokus antara lain pada automation control, electrical machines, power electronics, mechatronics, robot automation, dan power systems.
5. Variable Frequency Drive atau VFD
VFD digunakan untuk mengatur kecepatan motor listrik.
VFD dapat digunakan pada:
- Conveyor
- Pump
- Fan
- Compressor
- Industrial machinery
- HVAC
- Processing equipment
Sebelum import, pastikan informasi berikut tersedia:
- Input voltage
- Output voltage
- Motor power
- Current rating
- Frequency
- IP rating
- Model
- Serial number
6. Industrial Electric Motor
Motor listrik merupakan komponen penting dalam sistem produksi.
Contohnya:
- AC induction motor
- Three-phase motor
- High-efficiency motor
- Brake motor
- Explosion-protected motor
- Industrial motor
Untuk motor berukuran besar, berat aktual dan dimensi packing harus diberikan kepada forwarder sejak awal.
7. Transformer
Transformer dapat digunakan untuk:
- Voltage conversion
- Industrial power distribution
- Factory
- Power plant
- Electrical infrastructure
Transformer berukuran besar dapat termasuk kategori heavy cargo.
Sebelum booking, diperlukan data:
- KVA
- Voltage
- Frequency
- Weight
- Dimension
- Oil-filled atau dry type
- Packaging
- Lifting point
8. Circuit Breaker dan Protection Equipment
Peralatan proteksi digunakan untuk melindungi sistem listrik dari kondisi abnormal.
Contohnya:
- MCB
- MCCB
- ACB
- Vacuum circuit breaker
- Protection relay
- Fuse
- Surge protection
- Overload protection
Barang seperti ini umumnya memiliki dimensi relatif kecil sehingga dapat dikirim melalui Air Freight maupun Sea Freight.
Mengapa Perusahaan Indonesia Import Peralatan Listrik dari Swedia?
Ada beberapa alasan perusahaan melakukan import langsung dari supplier Eropa.
1. Membutuhkan Spesifikasi Khusus
Tidak semua peralatan dengan spesifikasi tertentu tersedia melalui distributor lokal.
2. Replacement Equipment
Perusahaan mungkin membutuhkan replacement part untuk equipment yang sudah terpasang.
3. OEM Equipment
Beberapa perusahaan membutuhkan komponen original dari manufacturer.
4. Proyek Industri
Proyek pembangunan atau upgrade pabrik dapat membutuhkan electrical equipment dalam jumlah besar.
5. Modernisasi Sistem
Peralatan lama dapat diganti dengan sistem baru seperti:
- Digital control
- PLC
- Smart switchgear
- VFD
- Energy monitoring
- Industrial communication
Cara Import Peralatan Listrik Industri dari Swedia
Secara umum proses import dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.
Tahap 1 — Tentukan Barang
Sebelum meminta quotation, siapkan:
- Nama barang
- Brand
- Model
- Part number
- Quantity
- Voltage
- Power
- Dimension
- Weight
- Country of origin
- Harga barang
Untuk equipment yang kompleks, siapkan juga:
- Technical datasheet
- Catalogue
- Drawing
- Electrical diagram
- Specification sheet
Tahap 2 — Tentukan Incoterm
Importer dan supplier perlu menyepakati Incoterm.
Contohnya:
EXW
Supplier menyediakan barang di lokasi mereka dan importer/forwarder mengatur pengambilan.
FOB
Supplier menangani kewajiban sampai titik yang disepakati di pelabuhan sesuai Incoterm.
CIF
Harga supplier mencakup cost, insurance, dan freight sampai pelabuhan tujuan sesuai ketentuan CIF.
Untuk importer yang ingin forwarder menangani pickup dari lokasi supplier, skema EXW dapat dipertimbangkan.
Tahap 3 — Supplier Menyiapkan Invoice dan Packing List
Supplier perlu menyiapkan dokumen komersial.
Commercial Invoice
Idealnya mencantumkan:
- Seller
- Buyer
- Description
- Brand
- Model
- Quantity
- Unit price
- Total price
- Currency
- Incoterm
- Country of origin
Packing List
Mencantumkan:
- Number of packages
- Gross weight
- Net weight
- Dimension
- Volume
- Packing type
Bea Cukai mencantumkan invoice, packing list, B/L atau AWB, identifikasi barang, dan dokumen pemenuhan persyaratan impor sebagai contoh dokumen pelengkap pabean.
Tahap 4 — Forwarder Menghitung Volume dan Berat
Misalnya supplier memberikan data:
5 wooden crates
Masing-masing:
120 × 80 × 100 cm
Volume satu crate:
1,20 × 0,80 × 1,00 = 0,96 CBM
Total:
5 × 0,96 = 4,80 CBM
Maka estimasi volume cargo adalah:
4,80 CBM
Namun biaya freight tidak selalu hanya berdasarkan CBM. Perlu diperiksa pula:
- Actual weight
- Chargeable weight
- Dimension
- Packing
- Origin charges
- Destination charges
- Handling
Tahap 5 — Pickup dari Supplier di Swedia
Jika menggunakan EXW, forwarder dapat mengatur pickup.
Alurnya:
Supplier
↓
Truck Pickup
↓
Warehouse / Consolidation
↓
Port / Airport
↓
Export Handling
Untuk barang kecil, trucking biasa dapat digunakan.
Untuk electrical cabinet atau switchgear besar, perlu dipastikan kapasitas truck dan handling equipment.
Tahap 6 — Packing Peralatan Listrik
Electrical equipment harus dipacking dengan memperhatikan:
- Moisture
- Shock
- Vibration
- Dust
- Corrosion
- Static electricity untuk komponen tertentu
- Physical impact
Packing dapat berupa:
- Carton
- Pallet
- Wooden crate
- Export crate
- Foam protection
- Bubble protection
- Moisture barrier
- Desiccant
- Stretch film
Untuk panel listrik dan switchgear, wooden crate dapat digunakan apabila diperlukan berdasarkan karakteristik cargo dan persyaratan pengangkutan.
Tahap 7 — Pilih Sea Freight atau Air Freight
Sea Freight
Sea Freight cocok untuk:
- Electrical panel
- MCC
- Switchgear
- Transformer
- Motor besar
- Banyak carton
- Project equipment
- Shipment volume besar
Pilihan dapat berupa:
LCL
untuk shipment yang belum memenuhi satu container.
FCL
untuk shipment dalam jumlah besar.
Untuk equipment oversize, opsi seperti open top, flat rack, atau project cargo dapat dipertimbangkan berdasarkan dimensi dan metode handling.
Air Freight
Air Freight cocok untuk:
- PLC
- HMI
- Sensor
- Relay
- Control module
- Circuit breaker
- VFD
- Electrical sparepart
- Emergency replacement part
Contohnya:
Sebuah pabrik mengalami kerusakan PLC dan membutuhkan replacement dari Swedia.
Daripada menunggu shipment laut, importer dapat mempertimbangkan Air Freight untuk mempercepat pengiriman.
Tahap 8 — Export Handling di Swedia
Setelah cargo siap, forwarder mengatur proses keberangkatan.
Biasanya meliputi:
- Pickup
- Export documentation
- Booking
- Cargo receiving
- Port/airport handling
- Shipping instruction
- B/L atau AWB
Tahap 9 — Pengiriman ke Indonesia
Untuk Sea Freight:
Swedia → Port of Loading → Ocean Freight → Indonesia
Untuk Air Freight:
Swedia → Airport → Air Freight → Indonesia
Pemilihan airport/port bergantung pada lokasi supplier, jenis cargo, jadwal, dan kebutuhan pengiriman.
Tahap 10 — Customs Clearance di Indonesia
Setelah barang tiba, dilakukan proses customs clearance.
Secara umum:
Cargo Arrival
↓
Import Declaration / PIB
↓
Customs Assessment
↓
Payment of Import Duties & Taxes jika terutang
↓
Customs Inspection jika ditetapkan
↓
SPPB
↓
Delivery
Bea Cukai menjelaskan bahwa import untuk dipakai menggunakan PIB, dan pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berbasis risiko melalui jalur merah atau hijau.
Tahap 11 — Delivery ke Gudang atau Pabrik
Setelah customs clearance selesai, barang dikirim ke:
- Gudang
- Pabrik
- Workshop
- Project site
- Data center
- Power plant
- Mining site
Untuk panel atau transformer besar, perlu diperhitungkan:
- Kapasitas kendaraan
- Loading/unloading
- Crane
- Forklift
- Akses lokasi
- Dimensi jalan
- Tinggi pintu masuk
Dokumen yang Dibutuhkan
Dokumen yang sebaiknya dipersiapkan:
Dokumen Utama
- Commercial Invoice
- Packing List
- Bill of Lading
- Air Waybill
- Purchase Order
Dokumen Teknis
- Product Catalogue
- Technical Datasheet
- Electrical Specification
- User Manual
- Wiring Diagram
- Product Drawing
- Serial Number
- Foto Nameplate
Dokumen Tambahan
- Certificate of Origin apabila diperlukan
- Certificate/Test Report apabila diperlukan
- Dokumen pemenuhan persyaratan impor apabila barang termasuk kategori tertentu
Untuk proses impor, persyaratan dokumen dan ketentuan barang perlu dicek berdasarkan klasifikasi barang serta regulasi yang berlaku.
HS Code Peralatan Listrik Industri
HS Code electrical equipment tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan istilah umum seperti “peralatan listrik”.
Klasifikasi bergantung pada:
- Fungsi
- Voltage
- Current
- Construction
- Application
- Apakah merupakan panel
- Apakah merupakan protection equipment
- Apakah merupakan switching equipment
- Apakah merupakan motor
- Apakah merupakan controller
- Apakah merupakan sparepart
Berikut adalah tabel referensi awal:
| Nama Barang | HS Code Indonesia | Bea Masuk | PPN | PPh Pasal 22 | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Industrial Switchgear | 8537.xx.xx / sesuai spesifikasi | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Panel/switching & control |
| Electrical Control Panel | 8537.xx.xx | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Panel kontrol |
| Circuit Breaker | 8536.xx.xx | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Proteksi listrik |
| Contactor | 8536.xx.xx | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Switching equipment |
| Industrial PLC | 8537.xx.xx / sesuai klasifikasi | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Programmable controller |
| Electric Motor | 8501.xx.xx | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Motor listrik |
| Transformer | 8504.xx.xx | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Electrical transformer |
| VFD / Drive | 8504.xx.xx / sesuai spesifikasi | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Variable speed drive |
| Electrical Sparepart | Bergantung barang | Perlu verifikasi BTKI | Sesuai ketentuan berlaku | Sesuai ketentuan berlaku | Replacement part |
Penting: tabel ini adalah referensi awal, bukan penetapan HS Code final. Kode HS Indonesia harus diverifikasi berdasarkan spesifikasi aktual barang dan BTKI yang berlaku sebelum PIB diajukan.
Bea Cukai menjelaskan bahwa klasifikasi dan pembebanan tarif mengikuti ketentuan sistem klasifikasi barang dan tarif impor yang berlaku, dengan ketentuan yang digunakan pada saat PIB mendapatkan nomor pendaftaran.
Bagaimana Menghitung Bea Masuk?
Nilai pabean untuk penghitungan Bea Masuk menggunakan basis CIF (Cost, Insurance and Freight).
Contoh sederhana:
Harga electrical equipment: USD 30.000
Freight: USD 2.000
Insurance: USD 100
Maka:
CIF = USD 32.100
Setelah itu, perhitungan kewajiban impor bergantung pada:
- HS Code
- Tarif Bea Masuk
- Nilai pabean
- PPN
- PPh Pasal 22
- Ketentuan perpajakan yang berlaku
- Ketentuan lainnya jika ada
Simulasi tersebut hanya ilustrasi dan bukan quotation atau perhitungan pungutan final.
Contoh Simulasi Import Electrical Equipment
Misalnya perusahaan Indonesia membeli:
1 unit Industrial Control Panel
Harga:
EUR 18.000
Berat:
450 kg
Dimensi packing:
180 × 100 × 220 cm
Volume:
1,80 × 1,00 × 2,20 = 3,96 CBM
Jika pengiriman menggunakan Sea Freight LCL, komponen biaya dapat terdiri dari:
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Harga barang | Sesuai invoice supplier |
| Pickup Swedia | Tergantung lokasi supplier |
| Export handling | Sesuai shipment |
| Sea Freight | Berdasarkan rute & cargo |
| Insurance | Jika dipilih |
| Destination charges | Sesuai pelabuhan |
| Customs clearance | Sesuai layanan |
| Bea Masuk | Berdasarkan HS Code |
| PDRI | Berdasarkan ketentuan berlaku |
| Delivery | Sesuai alamat tujuan |
Untuk quotation All In, pastikan forwarder menjelaskan dengan jelas komponen apa saja yang sudah termasuk dan apa yang belum termasuk.
Import Electrical Equipment Baru vs Bekas
Barang Baru
Untuk barang baru, siapkan:
- Invoice
- Packing List
- Catalogue
- Technical datasheet
- Serial number
- Warranty document jika ada
Barang Bekas
Untuk barang bekas, diperlukan perhatian tambahan:
- Tahun produksi
- Kondisi barang
- Serial number
- Operating hours
- Maintenance history
- Foto aktual
- Video operational test jika tersedia
- Technical report
Selain itu, perlu diperiksa apakah barang bekas tersebut memiliki persyaratan impor khusus berdasarkan jenis barang dan regulasi yang berlaku.
Tips Sebelum Import Peralatan Listrik dari Swedia
Sebelum melakukan pembayaran kepada supplier, sebaiknya importer meminta:
1. Foto Nameplate
Nameplate dapat memberikan informasi:
- Model
- Serial number
- Voltage
- Current
- Frequency
- Power
- Manufacturer
2. Datasheet
Jangan hanya menggunakan nama produk.
Contohnya:
Industrial Panel
masih terlalu umum.
Lebih baik:
Medium Voltage Switchgear, 11 kV, XXX A, Model XXX
Data yang lebih spesifik membantu proses identifikasi dan klasifikasi.
3. Packing Dimension
Minta supplier memberikan:
L × W × H
serta:
Gross Weight
Data tersebut diperlukan untuk menghitung freight.
4. Incoterm
Pastikan apakah:
- EXW
- FOB
- CIF
- atau term lainnya.
5. HS Code
Jika supplier memberikan HS Code, gunakan sebagai referensi awal, lalu lakukan verifikasi berdasarkan ketentuan Indonesia.
Kenapa Memilih RBP Cargo untuk Import dari Swedia?
RBP Cargo dapat membantu mengkoordinasikan kebutuhan import dari Swedia ke Indonesia.
Layanan dapat mencakup:
Pickup Supplier
Pengambilan barang dari lokasi supplier di Swedia.
Export Handling
Koordinasi proses pengiriman dari origin.
Sea Freight
Untuk cargo besar atau shipment dengan volume tinggi.
Air Freight
Untuk electrical sparepart dan equipment yang urgent.
LCL
Untuk shipment yang tidak memenuhi satu container.
FCL
Untuk shipment dalam jumlah besar.
Door to Door
Pengiriman dari supplier hingga alamat tujuan dengan cakupan biaya sesuai quotation.
Customs Clearance
Koordinasi proses kepabeanan berdasarkan dokumen dan regulasi yang berlaku.
Contoh Alur Import Peralatan Listrik dari Swedia
Berikut gambaran sederhananya:
Supplier Swedia
↓
Invoice & Packing List
↓
Pengecekan spesifikasi
↓
Pickup
↓
Packing / Crating
↓
Export Handling
↓
Sea Freight / Air Freight
↓
Indonesia
↓
Customs Clearance
↓
Pembayaran pungutan jika terutang
↓
SPPB
↓
Delivery
↓
Gudang / Pabrik / Project Site
Dengan alur tersebut, importer tidak harus menangani setiap tahap secara terpisah.
Checklist Import Peralatan Listrik Industri
Sebelum meminta quotation forwarder, siapkan:
☑ Nama barang
☑ Brand
☑ Model
☑ Part number
☑ Quantity
☑ Voltage
☑ Current
☑ Power
☑ Frequency
☑ Berat
☑ Dimensi packing
☑ Foto barang
☑ Foto nameplate
☑ Datasheet
☑ Alamat supplier Swedia
☑ Incoterm
☑ Commercial Invoice
☑ Packing List
☑ Alamat tujuan Indonesia
☑ Kebutuhan Sea/Air Freight
☑ Kebutuhan Door to Door
Semakin lengkap data yang diberikan, semakin mudah forwarder menghitung kebutuhan freight dan handling.
FAQ Cara Import Peralatan Listrik Industri dari Swedia
Apakah peralatan listrik industri dari Swedia bisa diimport ke Indonesia?
Bisa, selama barang memenuhi ketentuan import yang berlaku dan dokumen serta persyaratan yang dibutuhkan dapat dipenuhi.
Apa saja peralatan listrik yang bisa diimport?
Antara lain:
- Switchgear
- Control panel
- MCC
- PLC
- HMI
- VFD
- Circuit breaker
- Contactor
- Relay
- Transformer
- Electric motor
- Sensor
- Automation component
- Electrical sparepart
Lebih baik menggunakan Air Freight atau Sea Freight?
Untuk barang kecil, bernilai tinggi, atau urgent, Air Freight dapat dipertimbangkan.
Untuk panel besar, transformer, motor besar, dan shipment dengan volume tinggi, Sea Freight biasanya lebih relevan untuk dianalisis.
Apakah bisa import dengan sistem EXW?
Bisa. Forwarder dapat membantu mengatur pickup dari lokasi supplier, kemudian melanjutkan proses export dan freight sesuai layanan yang disepakati.
Apakah bisa Door to Door?
Bisa. Namun cakupan Door to Door atau All In harus dijelaskan secara detail dalam quotation, termasuk freight, customs clearance, pungutan impor, delivery, handling, dan biaya lain yang termasuk atau tidak termasuk.
Apakah electrical equipment bekas bisa diimport?
Perlu diperiksa berdasarkan jenis barang, kondisi, tahun produksi, HS Code dan persyaratan impor yang berlaku.
Apa dokumen terpenting?
Dokumen utama antara lain:
Commercial Invoice + Packing List + B/L atau AWB + identifikasi barang + dokumen teknis + dokumen persyaratan impor jika diperlukan.
Kesimpulan
Cara import peralatan listrik industri dari Swedia ke Indonesia membutuhkan persiapan yang baik sejak tahap pembelian.
Barang seperti switchgear, electrical panel, MCC, PLC, VFD, transformer, electric motor, circuit breaker, contactor, relay, sensor, dan automation equipment mempunyai spesifikasi yang berbeda sehingga data teknis harus disiapkan sebelum menentukan freight dan HS Code.
Proses import secara umum adalah:
Supplier Swedia → Pickup → Packing → Export Handling → Sea/Air Freight → Indonesia → Customs Clearance → Delivery
Untuk barang kecil dan urgent, Air Freight dapat menjadi pilihan. Untuk electrical panel, switchgear, transformer, motor besar, dan project equipment, Sea Freight LCL/FCL atau project cargo dapat dianalisis berdasarkan ukuran dan berat.
RBP Cargo membantu perusahaan melakukan koordinasi import dari Swedia ke Indonesia mulai dari pickup supplier, Sea/Air Freight, LCL/FCL, customs clearance, hingga Door to Door, dengan cakupan layanan dan biaya yang dijelaskan dalam quotation.
Butuh Jasa Import Peralatan Listrik dari Swedia?
RBP Cargo dapat membantu import:
Swedia → Indonesia
Meliputi:
- Industrial Switchgear
- Electrical Panel
- MCC
- PLC
- HMI
- VFD
- Circuit Breaker
- Contactor
- Relay
- Transformer
- Electric Motor
- Industrial Automation Equipment
- Electrical Sparepart
Layanan:
EXW | FOB | CIF | Air Freight | Sea Freight | LCL | FCL | Door to Door | Customs Clearance
Untuk mendapatkan estimasi biaya, kirimkan:
Foto barang + nama/model + quantity + berat + dimensi + alamat supplier di Swedia + alamat tujuan di Indonesia.
RBP Cargo – Freight Forwarder & Jasa Import Indonesia
Butuh penawaran harga atau konsultasi?
- 📲 WhatsApp: 0852 8382 6458
- 📧 Email: import@rbpcargo.id
- 🌍 Website: rbpcargo.id
- 📍 Alamat: Jl. Joe Kelapa Tiga No.21, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630























